Rajab Syaban

كتبها Muhammad Hamed ، في 4 أغسطس 2006 الساعة: 04:15 ص

بسم الله الرحمن الرحيم

Keutamaan

Rajab dan Sya’ban

Jami’

Al-Faqir Muhammad Hamed Al-‘Attas

---

Rajab

Firman Allah Ta’ala;

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. (ال عمران 133)

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di-sediakan untuk orang-orang yang bertaqwa” [1]

Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Sesungguhnya Rajab itu bulan Allah, Sya’-ban bulan-ku dan Ramadhan adalah bulan ummat-ku"

‘Amalan-’amalan dibulan Rajab

Menghidupkan malam bulan Rajab

Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Siapa yang menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, tidak mati hatinya pada sa’at hati-hati manusia mati, Allah akan mencurahkan kebaikan sepenuhnya atasnya, dia keluar dari dosanya seperti dia baru dilahirkan dan akan diterima pemberian syafa’atnya kepada tujuh puluh ribu orang-orang yang berdosa yang sudah berhak atasnya (mendapat hukuman) masuk neraka" [2]

Diriwayatkan dalam hadist; Apa bila tiba hari kiamat, berserulah Malaikat yang berseru; "Dimana orang-orang yang menghormati bulan Rajab?” Lalu keluarlah Nur, dan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail ‘Alayhimus-salam mengikuti Nur itu serta mengikuti pula orang-orang yang suka meghormati bulan Rajab. Kemudian mereka melewati Shirath seperti kilat yang menyambar. Bersujudlah mereka kepada Allah Ta’ala karena bersyukur telah dapat meliwati Shirath dengan selamat. Allah Ta’ala berfirman; "Wahai orang-orang yang suka menghormati bulan Rajab, angkatlah kepalamu pada hari ini. Kamu telah menunaikan sujud didunia pada bulan-Ku. Sekarang berangkatlah menuju tempat-tempatmu." [3]

Anas bin Malik Radhiallahu ’anhu berkata; Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Siapa yang mengerjakan shalat dua puluh raka’at sesudah shalat Magrib pada malam bulan Rajab, dalam setiap raka’at membaca Faatihatul-Kitab dan surah Al-Ikhlas dengan sepuluh salam maka Allah akan memelihara dia serta penghuni rumahnya dan keluarga-nya dari bala dan siksa akhirat" [4]

Puasa dibulan Rajab dan Fadhilahnya

Abu Sa’id Al-Khudri berkata; Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Tidak seorang hamba berpuasa satu hari karena Allah Ta’ala, melainkan Allah Ta’ala akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” [5]

Abu Hurayrah Radhiallahu ‘anhu berkata; "Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berpuasa setelah Ramadhan kecuali Rajab dab Sya’ban"

Sayyidatina ‘Aisyah Radhiallahu ‘anha, ber-kata; Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Semua manusia akan lapar pada hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarga mereka serta orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Mereka kenyang - tidak lapar dan tidak haus." [6]

Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Sesungguhnya didalam Syurga terdapat sebuah sungai yang disebut sungai Rajab. Airnya lebih putih dari susu lebih manis dari madu. Siapa yang berpuasa satu hari dibulan Rajab maka Allah akan memberinya minum dari sungai itu" [7]

Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wasallam ber-sabda; “Demi Yang mengutusku dengan haq menjadi Nabi, tidaklah seorang Muslim lelaki maupun wanita yang berpuasa sehari dan beribadah semalam dibulan Rajab dengan mengharapkan ridha Allah Ta’ala melainkan Allah Ta’ala akan menuliskan baginya ibadah setahun”. [8]

Dari Abu Muhammad Al-Khalal meriwayatkan tentang keutamaan - keutamaan bulan Rajab dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu berkata; "Puasa hari pertama dibulan Rajab menghapuskan dosa tiga tahun, hari kedua menghapuskan dosa dua tahun, dan hari ketiga menghapuskan dosa satu tahun" [9]

Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Ingat, sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah yang tuli. Siapa yang berpuasa satu hari pada bulan itu dengan beriman dan mengharapkan pahala, tentu Allah meng-haruskan keridhaan-Nya yang besar untuknya. Siapa yang berpuasa dua hari, dia akan mendapatkan kemuliaan disisi Allah yang tidak dapat dijelaskan oleh orang-orang yang menerangkan dari penghuni langit dan bumi. Siapa yang berpuasa tiga hari, diselamatkan dia dari bala dunia, siksa akhirat, sakit jiwa, sakit lepra, sakit belang dan fitnah dajjal. Siapa yang berpuasa tujuh hari, ditutuplah pintu-pintu neraka darinya. Siapa yang berpuasa delapan hari, dibukakanlah untuknya delapan pintu Syurga. Siapa yang berpuasa sepuluh hari, dia tidak meminta sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan kabulkan. Siapa yang berpuasa lima belas hari, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kejahatannya dengan kebaikan. Dan siapa yang lebih dari lima belas hari maka Allah akan menambah pahalanya" [10]

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Siddiq Radhi-allahu ‘anhu, dia berkata; "Apabila sepertiga malam berlalu dibulan Rajab, pada malam Jum’at pertama tidaklah tertinggal satupun Malaikat dilangit maupun dibumi kecuali mereka berkumpul di Ka’bah. Allah Ta’ala memandang mereka dan berfirman; "Wahai para Malaikat-Ku, mintalah apa yang kamu inginkan" Mereka (para Malaikat) menjawab; "Ya Tuhan kami, hajat kami adalah agar Engkau mengampuni orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab” Allah Ta’ala berfirman; "Aku sungguh telah mengampuni mereka"

Fadhilah bacaan Shalawat dibulan Rajab

Nabi Shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda; "Aku telah melihat sebuah sungai pada malam Mi’raj, airnya lebih manis dari madu, lebih dingin dari es dan lebih harum dari misik. Aku bertanya kepada Jibril. Untuk siapa sungai ini? Jibril menjawab: Untuk orang-orang yang membaca shalawat kepadamu pada bulan Rajab"

Hikmah

Seorang perempuan (ahli ibadah) di Baitul Maqdis, bila tiba bulan Rajab dia membaca; "qul huwallahu ahad" dua ratus kali setiap hari kerena menghormati bulan Rajab. Dia menanggalkan pakaian mewah dan mengenakan pakaian yang sederhana. Pada suatu Rajab ia jatuh sakit dan berwasiat kepada anak laki-lakinya, bila dia meninggal agar membungkusnya dengan pakaian sederhana-nya. Setelah perempuan itu meninggal, anaknya membungkusnya dengan pakaian mewah karena riya kepada manusia. Dalam tidurnya anak itu bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya berkata: "Hai anakku, mengapa engkau tidak melaksanakan wasiatku? Aku sangat menyesalkan perbuatan-mu", seraya anak itu terbangun dengan perasaan ketakutan segera pergi menggali kubur ibunya, namun dia tidak menemukan jasat ibunya seraya dia menangis. Lalu dia mendengar suara memanggil: "Hai anakku; apakah engkau tidak mengetahui bahwa orang yang memuliakan bulan Rajab itu, Allah tidak akan membiarkannya sendirian didalam kuburnya" [11]

Istighfar Rajab

*       Mulai tanggal 1 – 30 (pagi - sore) membaca;

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ (سبعٍ مرة)

“Ya Tuhan-ku, ampuni aku dan rahmatilah aku dan terimalah taubatku” (70 X)

Dan tambahkan;

*       Mulai tanggal 1 - 10 (pagi - sore) dengan;

سُبْحَانَ اللهِ الْحَيِّ الْقَيُّومُ (مئة مرة)

“Maha Suci Allah Maha Menghidupkan lagi Maha Mengurus makhluq-Nya” (100 X)

*       Dari tanggal 11 - 20 (pagi - sore);

سُبْحَانَ اللهِ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ (مئة مرة)

“Maha Suci Allah Maha Tunggal lagi Maha Dibutuhkan (kepada-Nya segala tujuan dan tempat bergantung segala-sesuatu) (100 X)

*       Dari tanggal 21 - 30 (pagi - sore);

سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُفُ الرَّحِيمُ (مئة مرة)

“Maha Suci Allah Maha Mengasihi lagi Maha Menyayangi” (100 X)

Do’a Rajab

Dalam bulan Rajab dianjurkan untuk membaca do’a Rajab setiap hari, dan khusus pada malam 27 Rajab diutamakan membacanya berulang kali.

بِسْمِ اللهِ ﭐلرَّحْمَنِ ﭐلرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن. ﭐللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ

المزيد

أضف الى مفضلتك
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • Google
  • LinkedIn
  • Live
  • MySpace
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis
  • YahooMyWeb